Bab Kotoran yang Terkena Pakaian
Shahih oleh Darussalam
akhbarana ahmadu ibnu utsmana ibni hakimin, qala haddatsana khalidun, - yani abna makhladin - qala haddatsana aliyyun, - wahuwa abnu shalihin - an abi ishaqa, an amriw ibni maymunin, qala haddatsana abdu allahi, fi bayti almali qala kana rasulu allahi yushalli inda albayti wamalun min quraysyin julusun waqad naharu jazuran faqala badhuhum ayyukum yakhudzu hadza alfartsa bidamihi tsumma yumhiluhu hatta yadhaa wajhahu sajidan fayadhauhu - yani - ala zhahrihi qala abdu allahi fanbaatsa asyqaha faakhadza alfartsa fadzahaba bihi tsumma amhalahu falamma kharra sajidan wadhaahu ala zhahrihi faukhbirat fathimahu ibintu rasuli allahi wahiya jariyahun fajaat tasa faakhadzathu min zhahrihi falamma faragha min shalatihi qala " allahumma alayka biquraysyin ". tsalatsa marratin " allahumma alayka biabi jahli ibni hisyamin wasyaybaha ibni rabiaha wautbaha ibni rabiaha wauqbaha ibni abi muaythin ". hatta adda sabahan min quraysyin. qala abdu allahi fawaadzi anzala alayhi alkitaba laqad raaytuhum shara yawma badrin fi qalibin wahidin.
Diriwayatkan bahwa 'Amr bin Maimun berkata: "Abdullah memberitahu kami: 'Rasulullah ﷺ sedang shalat di Ka'bah dan sekelompok bangsawan Quraish duduk di sana. Mereka baru saja menyembelih unta dan salah seorang dari mereka berkata: 'Siapa di antara kalian yang akan mengambil isi perut ini dengan darahnya dan menunggu hingga dia sujud, kemudian meletakkannya di punggungnya?' 'Abdullah berkata: 'Orang yang paling celaka bangkit dan mengambil isi perut itu, lalu pergi dan menunggu hingga dia sujud, dan meletakkannya di punggungnya. Fatimah, putri Rasulullah ﷺ, yang masih muda, diberitahu tentang itu, dan dia datang berlari dan mengambilnya dari punggungnya. Ketika dia selesai shalat, dia berkata: 'Ya Allah! Hukumlah Quraish,' tiga kali, 'Ya Allah, hukumlah Abu Jahl bin Hisham, Shaibah bin Rabi'ah, 'Utbah bin Rabi'ah, 'Uqbah bin Abi Mu'ait' hingga dia menyebutkan tujuh orang dari Quraish.' 'Abdullah berkata: 'Demi yang menurunkan kitab kepadanya, aku melihat mereka mati pada hari Badr (mayat mereka) di satu sumur kering.'