Bab Jika Orang yang Berihram Tertawa, Apakah Boleh Memakan Hewan Buruan yang Dibunuhnya?
Shahih oleh Darussalam
akhbarani ubaydu allahi ibnu fadhalaha ibni ibrahima annasaiyyu, qala anbaana muhammadun, - wahuwa abnu almubaraki asshuriyyu - qala haddatsana muawiyahu, - wahuwa abnu salamin - an yahya ibni abi katsirin, qala akhbarani abdu allahi ibnu abi qatadaha, anna abahu, akhbarahu annahu, ghaza maa rasuli allahi ghazwaha alhudaybiyahi - qala - faahallu biumrahin ghayri fashthadtu himara wahsyin faathamtu ashhabi minhu wahum muhrimuna tsumma ataytu rasula allahi faanbatuhu anna indana min lahmihi fadhilahan faqala " kuluhu ". wahum muhrimuna.
Diriwayatkan bahwa Yahya bin Abi Kathir berkata: "Abdullah bin Abu Qatadah berkata bahwa ayahnya memberitahunya, bahwa ia pergi berperang bersama Rasulullah ﷺ dalam Perang Al-Hudaybiyah. Ia berkata: 'Mereka berihram untuk 'Umrah selain saya. Saya memburu seekor onager dan memberi makan kepada teman-teman saya dengan dagingnya, ketika mereka dalam keadaan ihram. Kemudian, saya pergi kepada Rasulullah ﷺ dan memberitahukan bahwa kami memiliki sisa dagingnya. Beliau berkata: Makanlah, dan mereka dalam keadaan ihram.'"