Bab Memasuki Junub dan Bergaul dengannya
Shahih oleh Darussalam
akhbarana ishaqu ibnu ibrahima, qala anbaana jarirun, ani assyaybaniyyi, an abi burdaha, an hudzayfaha, qala kana rasulu allahi idza laqiya arrajula min ashhabihi masahahu wadaa lahu - qala - faraaytuhu yawman bukrahan fahidtu anhu tsumma ataytuhu hina artafaa annaharu faqala " inni raaytuka fahidta anni ". faqultu inni kuntu junuban fakhasyitu an tamassani. faqala rasulu allahi " inna almuslima la yanjusu ".
Ishaq bin Ibrahim telah memberitakan kepada kami, ia berkata: Jarir telah memberitakan kepada kami, dari Asy-Syaibani, dari Abu Burdah, dari Huthaifah, ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika bertemu dengan seorang dari sahabatnya, ia akan bersalaman dan mendoakan untuknya. Saya melihatnya suatu hari di pagi hari, dan saya berusaha menghindarinya, kemudian saya datang kepadanya setelah siang. Ia berkata: 'Saya melihatmu tetapi kamu menghindar dariku.' Saya berkata: 'Saya dalam keadaan junub dan saya takut kamu akan menyentuh saya.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Seorang Muslim tidak najis.'"
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis