Bab Menggabungkan yang Terpisah dan Memisahkan yang Bersatu
أَخْبَرَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، عَنْ هُشَيْمٍ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ خَبَّابٍ، عَنْ مَيْسَرَةَ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ سُوَيْدِ بْنِ غَفَلَةَ، قَالَ أَتَانَا مُصَدِّقُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَتَيْتُهُ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ " إِنَّ فِي عَهْدِي أَنْ لاَ نَأْخُذَ رَاضِعَ لَبَنٍ وَلاَ نَجْمَعَ بَيْنَ مُتَفَرِّقٍ وَلاَ نُفَرِّقَ بَيْنَ مُجْتَمِعٍ " . فَأَتَاهُ رَجُلٌ بِنَاقَةٍ كَوْمَاءَ فَقَالَ " خُذْهَا " . فَأَبَى
Diriwayatkan bahwa Suwaid bin Ghafalah berkata: "Petugas zakat Nabi datang kepada kami, dan saya pergi kepadanya, duduk bersamanya, dan mendengar dia berkata: Dalam kontrak saya tertulis bahwa kita tidak boleh mengambil anak yang sedang menyusui, tidak menggabungkan yang terpisah, dan tidak memisahkan yang bersatu." Seorang lelaki membawa unta betina yang besar kepadanya dan berkata: 'Ambillah, tetapi dia menolak.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
