Bab Larangan Mengenai Mandi, Karena Keutamaan Junub
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ دَاوُدَ الأَوْدِيِّ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ لَقِيتُ رَجُلاً صَحِبَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَمَا صَحِبَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - أَرْبَعَ سِنِينَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَمْتَشِطَ أَحَدُنَا كُلَّ يَوْمٍ أَوْ يَبُولَ فِي مُغْتَسَلِهِ أَوْ يَغْتَسِلَ الرَّجُلُ بِفَضْلِ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةُ بِفَضْلِ الرَّجُلِ وَلْيَغْتَرِفَا جَمِيعًا .
Diriwayatkan bahwa Humaid bin 'Abdur-Rahman berkata: "Saya bertemu seorang laki-laki yang menemani Nabi (ﷺ) sebagaimana Abu Hurairah (semoga Allah meridhoinya) menemani beliau selama empat tahun. Dia berkata: 'Rasulullah (ﷺ) melarang salah satu dari kami untuk menyisir rambutnya setiap hari, atau berkemih di tempat dia mandi, atau seorang laki-laki mandi dengan sisa air seorang wanita, atau seorang wanita mandi dengan sisa air seorang laki-laki - mereka harus mengambil air bersama-sama.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
