Bab Shalat untuk Orang yang Memiliki Utang
أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ، وَابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا تُوُفِّيَ الْمُؤْمِنُ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ سَأَلَ " هَلْ تَرَكَ لِدَيْنِهِ مِنْ قَضَاءٍ " . فَإِنْ قَالُوا نَعَمْ صَلَّى عَلَيْهِ وَإِنْ قَالُوا لاَ قَالَ " صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ " . فَلَمَّا فَتَحَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رَسُولِهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " أَنَا أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ فَمَنْ تُوُفِّيَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ فَعَلَىَّ قَضَاؤُهُ وَمَنْ تَرَكَ مَالاً فَهُوَ لِوَرَثَتِهِ " .
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa: jika seorang mukmin meninggal dengan utang yang belum terbayar, Rasulullah (ﷺ) akan bertanya apakah dia meninggalkan sesuatu untuk membayar utangnya. Jika mereka menjawab ya, beliau akan mendoakannya, tetapi jika mereka menjawab tidak, beliau akan berkata: 'Shalatlah untuk sahabat kalian.' Kemudian, ketika Allah memberikan kekayaan kepada Rasul-Nya melalui penaklukan, beliau berkata: 'Saya lebih dekat kepada orang-orang beriman daripada diri mereka sendiri. Siapa pun yang meninggal dan meninggalkan utang, saya yang akan membayarnya, dan siapa pun yang meninggalkan harta, itu untuk ahli warisnya.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
