Bab Waktu Witir
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ، قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ صَلاَةِ، رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ كَانَ يَنَامُ أَوَّلَ اللَّيْلِ ثُمَّ يَقُومُ فَإِذَا كَانَ مِنَ السَّحَرِ أَوْتَرَ ثُمَّ أَتَى فِرَاشَهُ فَإِذَا كَانَ لَهُ حَاجَةٌ أَلَمَّ بِأَهْلِهِ فَإِذَا سَمِعَ الأَذَانَ وَثَبَ فَإِنْ كَانَ جُنُبًا أَفَاضَ عَلَيْهِ مِنَ الْمَاءِ وَإِلاَّ تَوَضَّأَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلاَةِ .
Diriwayatkan bahwa Al-Aswad bin Yazid berkata: 'Saya bertanya kepada Aisyah tentang shalat Rasulullah (ﷺ). Dia berkata: 'Dia biasa tidur di bagian awal malam, kemudian bangun pada waktu sebelum fajar dan shalat witir. Kemudian dia kembali ke tempat tidurnya dan jika dia perlu berhubungan intim, dia akan mendatangi istrinya. Kemudian ketika dia mendengar adzan, dia akan bangkit, dan jika dia dalam keadaan junub, dia akan menuangkan air ke atas dirinya, jika tidak, dia akan berwudhu, kemudian dia akan keluar untuk shalat.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
