Bab Perbedaan Pendapat tentang Aisyah dalam Menghidupkan Malam.
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ، - وَاللَّفْظُ لَهُ - عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلاَقَةَ، قَالَ سَمِعْتُ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ، يَقُولُ قَامَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم حَتَّى تَوَرَّمَتْ قَدَمَاهُ فَقِيلَ لَهُ قَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ . قَالَ " أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا " .
Diriwayatkan bahwa Ziyad bin Ilaqah berkata: "Saya mendengar Al-Mughirah bin Shu'bah berkata: 'Nabi (ﷺ) berdiri (dalam shalat malam) hingga kakinya bengkak, dan dikatakan kepada beliau: Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Beliau berkata: 'Haruskah aku tidak menjadi hamba yang bersyukur?'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
