Bab Perintah untuk Berdoa dalam Gerhana
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ، - وَهُوَ ابْنُ زُرَيْعٍ - قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ أَبِي بَكْرَةَ، قَالَ كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَانْكَسَفَتِ الشَّمْسُ فَقَامَ إِلَى الْمَسْجِدِ يَجُرُّ رِدَاءَهُ مِنَ الْعَجَلَةِ فَقَامَ إِلَيْهِ النَّاسُ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَمَا يُصَلُّونَ فَلَمَّا انْجَلَتْ خَطَبَنَا فَقَالَ " إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ بِهِمَا عِبَادَهُ وَإِنَّهُمَا لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ فَإِذَا رَأَيْتُمْ كُسُوفَ أَحَدِهِمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يَنْكَشِفَ مَا بِكُمْ " .
Diriwayatkan bahwa Abu Bakrah berkata: "Kami bersama Nabi (ﷺ) dan matahari menjadi gerhana. Beliau berdiri dan pergi ke masjid, menyeret pakaiannya dengan tergesa-gesa. Orang-orang berdiri bersamanya dan beliau shalat dua raka'at seperti biasanya. Ketika gerhana berakhir, beliau memberi khutbah kepada kami dan berkata: 'Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda Allah (SWT), dengan mana Dia menakut-nakuti hamba-hamba-Nya. Keduanya tidak akan gerhana karena kematian atau kelahiran siapapun. Jika kalian melihat salah satu dari keduanya gerhana, maka shalatlah dan berdoalah sampai hilang dari kalian.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
