Bab Takbir Ketika Berdiri Setelah Dua Raka'at
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الأَصَمِّ، قَالَ سُئِلَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنِ التَّكْبِيرِ، فِي الصَّلاَةِ فَقَالَ يُكَبِّرُ إِذَا رَكَعَ وَإِذَا سَجَدَ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ السُّجُودِ وَإِذَا قَامَ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ . فَقَالَ حُطَيْمٌ عَمَّنْ تَحْفَظُ هَذَا فَقَالَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ - رضى الله عنهما - ثُمَّ سَكَتَ . فَقَالَ لَهُ حُطَيْمٌ وَعُثْمَانُ قَالَ وَعُثْمَانُ .
Diriwayatkan bahwa 'Abdur-Rahman bin Al-Asamm berkata: "Anas bin Malik ditanya tentang takbir dalam shalat. Dia berkata: 'Takbir harus diucapkan ketika rukuk, ketika sujud, ketika mengangkat kepala dari sujud dan ketika berdiri setelah dua raka'at pertama.' Hutaim berkata: 'Dari siapa kamu belajar ini?' Dia berkata: 'Dari Nabi (ﷺ), Abu Bakr dan 'Umar, semoga Allah meridhoi mereka.' Kemudian dia terdiam dan Hutaim berkata kepadanya: 'Dan 'Uthman?' Dia berkata: 'Dan 'Uthman.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
