Shahih Muslim · Kitab Shalat Musafir dan Qashar · No. 800

Bab Keutamaan Mendengarkan Al-Qur'an dan Meminta Bacaan dari Hafizh untuk Mendengarkan dan Menangis Saat Membaca serta Merenungkan

Shahih

وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ جَمِيعًا عَنْ حَفْصٍ، - قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، - عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عُبَيْدَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " اقْرَأْ عَلَىَّ الْقُرْآنَ " . قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ قَالَ " إِنِّي أَشْتَهِي أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي " . فَقَرَأْتُ النِّسَاءَ حَتَّى إِذَا بَلَغْتُ فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيدًا رَفَعْتُ رَأْسِي أَوْ غَمَزَنِي رَجُلٌ إِلَى جَنْبِي فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَرَأَيْتُ دُمُوعَهُ تَسِيلُ .

wahaddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, waabu kuraybin jamian an hafshin, - qala abu bakrin haddatsana hafshu ibnu ghiyatsin, - ani alamasyi, an ibrahima, an ubaydaha, an abdi allahi, qala qala li rasulu allahi " aqra alaa alqurana ". qala faqultu ya rasula allahi aqrau alayka waalayka unzila qala " inni asytahi an asmaahu min ghayri ". faqaratu annisaa hatta idza balaghtu fakayfa idza jina min kulli ummahin bisyahidin wajina bika ala haulai syahidan rafatu rasi aw ghamazani rajulun ila janbi farafatu rasi faraaytu dumuahu tasilu.

Abdullah (b. Mas'ud) melaporkan: Rasulullah (semoga damai atasnya) meminta saya untuk membaca Al-Qur'an. Dia berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana saya harus membacakan kepada Anda sedangkan itu diturunkan kepada Anda? Dia (Nabi yang Mulia) berkata: Saya ingin mendengarnya dari orang lain. Maka saya membaca surat An-Nisa' hingga saya mencapai ayat: 'Bagaimana (nanti) jika Kami mendatangkan dari setiap umat seorang saksi dan Kami mendatangkan kamu sebagai saksi terhadap mereka?' (ayat 41). Saya mengangkat kepala saya atau seseorang menyentuh saya di sisi, dan saya mengangkat kepala saya dan melihat air matanya mengalir.

Penjelasan