Shahih Muslim · Kitab Shalat Musafir dan Qashar · No. 749

Bab Shalat Malam Dua-Dua dan Witir Satu di Akhir Malam

Shahih

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ، وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَجُلاً، سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ عَنْ صَلاَةِ اللَّيْلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى ‏"‏ ‏.‏

Ibn 'Umar melaporkan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang shalat malam. Rasulullah ﷺ bersabda: Shalat malam harus terdiri dari dua raka'at, tetapi jika salah satu dari kalian merasa pagi sudah dekat, hendaklah ia shalat satu raka'at yang akan menjadikan shalatnya ganjil.