Bab Disunnahkannya Dua Raka'at Sunnah Fajar dan Anjuran untuk Melaksanakannya serta Ringkasannya
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ حَفْصَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ .
Ibn 'Umar melaporkan bahwa Hafsa, Ummul Mukminin, memberitahunya bahwa ketika Mu'adhdhin diam setelah mengumandangkan (azan) untuk shalat subuh, Rasulullah (ﷺ) memulai shalat subuh ketika fajar menyingsing dengan melaksanakan dua raka'at ringan sebelum shalat (fardhu) dimulai.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
