Bab Disunnahkannya Shalat Dhuha dan Bahwa Minimalnya Dua Rakaat dan Maksimalnya Delapan Rakaat serta Anjuran untuk Menjaganya
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ، - يَعْنِي الرِّشْكَ - حَدَّثَتْنِي مُعَاذَةُ، أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ - رضى الله عنها - كَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي صَلاَةَ الضُّحَى قَالَتْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَيَزِيدُ مَا شَاءَ .
Mu'adha bertanya kepada Aisyah (semoga Allah meridhoinya) tentang berapa rakaat Rasulullah (ﷺ) shalat Dhuha. Dia menjawab: “Empat rakaat, tetapi kadang lebih sesuai kehendaknya.”
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
