Shahih Muslim · Kitab Masjid dan Tempat Shalat · No. 547

Bab Larangan Meludahi di Dalam Masjid Saat Shalat dan Selainnya

Shahih

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ رَأَى بُصَاقًا فِي جِدَارِ الْقِبْلَةِ فَحَكَّهُ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ " إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي فَلاَ يَبْصُقْ قِبَلَ وَجْهِهِ فَإِنَّ اللَّهَ قِبَلَ وَجْهِهِ إِذَا صَلَّى " .

haddatsana yahya ibnu yahya attamimiyyu, qala qaratu ala malikin an nafiin, an abdi allahi ibni umara, anna rasula allahi raa bushaqan fi jidari alqiblahi fahakkahu tsumma aqbala ala annasi faqala " idza kana ahadukum yushalli fala yabshuq qibala wajhihi fainna allaha qibala wajhihi idza shalla ".

Abdullah b. Umar melaporkan: Rasulullah ﷺ melihat ludah di dinding arah Qibla, lalu menggosoknya dan kemudian berbalik kepada orang-orang dan berkata: "Ketika salah seorang di antara kalian shalat, jangan meludahi di depannya, karena Allah ada di depannya ketika ia sedang shalat."

Penjelasan