Bab Perintah untuk Tenang dalam Shalat dan Larangan Mengisyaratkan dengan Tangan
Shahih
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, qala haddatsana wakiun, an misarin, h wahaddatsana abu kuraybin, - waallafzhu lahu - qala akhbarana abnu abi zaidaha, an misarin, haddatsani ubaydu allahi abnu alqibthiyyahi, an jabiri ibni samuraha, qala kunna idza shallayna maa rasuli allahi qulna assalamu alaykum warahmahu allahi assalamu alaykum warahmahu allahi. waasyara biyadihi ila aljanibayni faqala rasulu allahi " alama tumiuna biaydikum kaannaha adznabu khaylin syumusin innama yakfi ahadakum an yadhaa yadahu ala fakhidzihi tsumma yusallimu ala akhihi man ala yaminihi wasyimalihi ".
Jabir b. Samura melaporkan: Ketika kami shalat bersama Rasulullah ﷺ, kami mengucapkan: Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian, semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian, dan membuat isyarat dengan tangan ke kedua sisi. Atas hal ini, Rasulullah ﷺ bersabda: Apa yang kalian isyaratkan dengan tangan kalian seolah-olah itu adalah ekor kuda yang keras kepala? Cukuplah bagi kalian bahwa salah satu dari kalian meletakkan tangannya di paha dan kemudian mengucapkan salam kepada saudaranya di sebelah kanan dan kemudian di sebelah kiri.