Bab
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، فِي قَوْلِهِ { وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ} قَالَتْ أُنْزِلَتْ فِي وَالِي مَالِ الْيَتِيمِ الَّذِي يَقُومُ عَلَيْهِ وَيُصْلِحُهُ إِذَا كَانَ مُحْتَاجًا أَنْ يَأْكُلَ مِنْهُ .
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Shaibah, telah menceritakan kepada kami Abdah bin Sulaiman, dari Hisham, dari ayahnya, dari Aisyah, mengenai firman-Nya: "Dan siapa yang miskin, maka hendaklah ia makan dengan cara yang baik." Aisyah berkata: "Ayat ini diturunkan berkenaan dengan wali harta anak yatim yang mengurus dan memperbaikinya, jika ia dalam keadaan miskin, maka ia diperbolehkan untuk memakan sebagian darinya.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
