Bab
Shahih
haddatsana alhasanu ibnu aliyyin alhulwaniyyu, wamuhammadu ibnu sahlin attamimiyyu, qala haddatsana abnu abi, maryama akhbarana muhammadu ibnu jafarin, akhbarani zaydu ibnu aslama, an athai ibni yasarin, an abi saidin, alkhudriyyi anna rijalan, mina almunafiqina fi ahdi rasuli allahi kanu idza kharaja annabiyyu ila alghazwi takhallafu anhu wafarihu bimaqadihim khilafa rasuli allahi faidza qadima annabiyyu atadzaru ilayhi wahalafu waahabbu an yuhmadu bima lam yafalu fanazalat la tahsabanna adzina yafrahuna bima ataw wayuhibbuna an yuhmadu bima lam yafalu fala tahsabannahum bimafazahin mina aladzabi
Abu Sa'id Khudri melaporkan bahwa pada masa Rasulullah ﷺ, para munafik berperilaku seperti ini: ketika Rasulullah ﷺ berangkat untuk berperang, mereka tetap di belakang, dan mereka merasa senang karena berhasil duduk di rumah bertentangan dengan (tindakan) Rasulullah ﷺ, dan ketika Rasulullah ﷺ kembali, mereka mengajukan alasan dan bersumpah serta berharap agar orang-orang memuji mereka atas perbuatan yang tidak mereka lakukan. Pada saat inilah ayat ini diturunkan: "Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang bergembira dengan apa yang mereka lakukan, dan suka dipuji atas apa yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali mengira bahwa mereka aman dari siksaan; dan bagi mereka adalah siksaan yang pedih" (iii. 18).