Bab Kisah Tiga Sahabat Gua dan Tawassul dengan Amal Saleh
Shahih
haddatsani muhammadu ibnu ishaqa almusayyabiyyu, haddatsani anasun, - yani abna iyadhin aba dhamraha - an musa ibni uqbaha, an nafiin, an abdi allahi ibni umara, an rasuli allahi annahu qala " baynama tsalatsahu nafarin yatamassyawna akhadzahumu almatharu faawaw ila gharin fi jabalin fanhatthat ala fami gharihim shakhrahun mina aljabali fanthabaqat alayhim faqala badhuhum libadhin anzhuru amalan amiltumuha shalihahan lillahi fadu allaha taala biha laalla allaha yafrujuha ankum. faqala ahaduhumu allahumma innahu kana li waadani syaykhani kabirani wamraati waliya shibyahun shigharun ara alayhim faidza arahtu alayhim halabtu fabadatu biwaadaa fasaqaytuhuma qabla ibaniyya waannahu naa bi dzata yawmin assyajaru falam ati hatta amsaytu fawajadtuhuma qad nama fahalabtu kama kuntu ahlubu fajitu bialhilabi faqumtu inda ruusihima akrahu an uqizhahuma min nawmihima waakrahu an asqiya asshibyaha qablahuma waasshibyahu yatadhaghawna inda qadamaa falam yazal dzalika dabi wadabahum hatta thalaa alfajru fain kunta talamu anni faaltu dzalika abtighaa wajhika fafruj lana minha furjahan nara minha assamaa. fafaraja allahu minha furjahan faraaw minha assamaa. waqala alakharu allahumma innahu kanat liya abnahu ammin ahbabtuha kaasyaddi ma yuhibbu arrijalu annisaa wathalabtu ilayha nafsaha faabat hatta atiyaha bimiahi dinarin fataibtu hatta jamatu miaha dinarin fajituha biha falamma waqatu bayna rijlayha qalat ya abda allahi attaqi allaha wala taftahi alkhatama ila bihaqqihi. faqumtu anha fain kunta talamu anni faaltu dzalika abtighaa wajhika fafruj lana minha furjahan. fafaraja lahum. waqala alakharu allahumma inni kuntu astajartu ajiran bifaraqi aruzzin falamma qadha amalahu qala athini haqqi. faaradhtu alayhi faraqahu faraghiba anhu falam azal azrauhu hatta jamatu minhu baqaran wariaaha fajaani faqala attaqi allaha wala tazhlimni haqqi. qultu adzhab ila tilka albaqari wariaiha fakhudzha. faqala attaqi allaha wala tastahzi bi. faqultu inni la astahziu bika khudz dzalika albaqara wariaaha. faakhadzahu fadzahaba bihi fain kunta talamu anni faaltu dzalika abtighaa wajhika fafruj lana ma baqiya. fafaraja allahu ma baqiya.
'Abdullah bin 'Umar melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tiga orang berangkat dalam sebuah perjalanan. Mereka dihadang hujan dan harus mencari perlindungan di sebuah gua gunung, di mana di mulutnya jatuh sebuah batu dari gunung dan menutup mereka sepenuhnya. Salah satu dari mereka berkata kepada yang lainnya: Lihatlah amal-amal baik yang telah kalian lakukan karena Allah dan kemudian berdoalah kepada Allah, Yang Maha Tinggi, agar Dia menyelamatkan kalian (dari kesulitan ini). Salah satu dari mereka berkata: "Ya Allah, aku memiliki kedua orang tua yang sudah tua dan istriku serta anak-anakku yang kecil. Aku mengurus ternak dan ketika aku kembali kepada mereka di sore hari, aku memerah susu mereka (domba, kambing, sapi, dll.) dan pertama kali menyajikan susu itu kepada orang tuaku. Suatu hari aku terpaksa pergi ke tempat yang jauh untuk mencari pakan dan aku tidak bisa kembali sebelum malam dan mendapati mereka (orang tua) sedang tidur. Aku memerah susu hewan seperti biasanya dan membawakan susu kepada mereka dan berdiri di samping kepala mereka menghindari untuk membangunkan mereka dari tidur dan aku tidak merasa pantas untuk menyajikan susu kepada anak-anakku sebelum menyajikan kepada mereka. Anak-anakku menangis di dekat kakiku. Aku tetap dalam keadaan itu hingga pagi. Dan (ya Allah) jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan ini untuk mencari keridhaan-Mu, maka selamatkanlah kami dari kesulitan ini." (Batu itu sedikit tergeser) sehingga mereka bisa melihat langit. Yang kedua berkata: "Ya Allah, aku memiliki sepupu perempuan yang aku cintai lebih dari cinta seorang pria kepada wanita. Aku ingin berhubungan intim dengannya; dia menolak tetapi dengan syarat mendapatkan seratus dinar. Dengan sangat sulit aku bisa mengumpulkan seratus dinar dan kemudian membayarnya kepadanya dan ketika aku akan berhubungan intim dengannya, dia berkata: "Wahai hamba Allah, takutlah kepada Allah dan janganlah membuka segel (kehormatan) kecuali dengan cara yang sah. Aku pun bangkit. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan ini untuk mencari keridhaan-Mu, maka selamatkanlah kami dari kesulitan ini." Situasi menjadi agak mudah bagi mereka. Yang ketiga berkata: "Ya Allah, aku menyewa seorang pekerja dengan ukuran beras. Setelah dia menyelesaikan pekerjaannya, aku memberinya haknya (dalam bentuk) ukuran beras, tetapi dia tidak menerimanya. Aku menggunakan beras itu sebagai benih, dan itu menghasilkan panen yang melimpah dan aku cukup kaya untuk memiliki sapi dan ternak (dalam kepemilikanku). Dia datang kepadaku dan berkata: "Takutlah kepada Allah, dan janganlah berbuat zalim terhadapku mengenai hakku." Aku berkata kepadanya: "Ambillah kawanan sapi dan domba ini." Dia berkata: "Takutlah kepada Allah dan janganlah mempermainkan aku." Aku berkata: "Aku tidak mempermainkanmu. Ambillah sapi dan kawanan domba ini." Maka dia pun mengambilnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan ini untuk mencari keridhaan-Mu, maka permudahlah keadaan kami." Dan Allah menyelamatkan mereka dari sisa kesulitan.