Bab Larangan dari Permusuhan dan Menghindari
Shahih
haddatsana qutaybahu ibnu saidin, an maliki ibni anasin, fima quria alayhi an suhaylin, an abihi, an abi hurayraha, anna rasula allahi qala " tuftahu abwabu aljannahi yawma alitsnayni wayawma alkhamisi fayughfaru likulli abdin la yusyriku biallahi syayan ila rajulan kanat baynahu wabayna akhihi syahnau fayuqalu anzhiru hadzayni hatta yashthaliha anzhiru hadzayni hatta yashthaliha anzhiru hadzayni hatta yashthaliha ". haddatsanihi zuhayru ibnu harbin, haddatsana jarirun, h wahaddatsana qutaybahu ibnu saidin, waahmadu ibnu abdaha, addhabbiyyu an abdi alazizi addarawardiyyi, kilahuma an suhaylin, an abihi, biisnadi malikin nahwa haditsihi ghayra anna fi haditsi addarawardiyyi " ila almutahajirayni ". min riwayahi abni abdaha waqala qutaybahu " ila almuhtajirayni ".
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Pintu-pintu surga tidak dibuka kecuali pada dua hari, yaitu hari Senin dan hari Kamis. Dan setiap hamba (Allah) yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun akan diampuni, kecuali orang yang dalam hatinya terdapat permusuhan terhadap saudaranya. Dan akan dikatakan: 'Lihatlah kepada keduanya sampai mereka berdamai; lihatlah kepada keduanya sampai mereka berdamai; lihatlah kepada keduanya sampai mereka berdamai.' Hadits ini telah diriwayatkan dari Suhail yang meriwayatkannya dari ayahnya dengan sanad Malik, tetapi dengan variasi kata: 'Orang yang saling membenci tidak akan diampuni.'