Bab Keutamaan Abdullah bin Amr bin Haram, Ayah Jabir
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ، وَعَمْرٌو النَّاقِدُ، كِلاَهُمَا عَنْ سُفْيَانَ، قَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ الْمُنْكَدِرِ، يَقُولُ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ لَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ جِيءَ بِأَبِي مُسَجًّى وَقَدْ مُثِلَ بِهِ - قَالَ - فَأَرَدْتُ أَنْ أَرْفَعَ الثَّوْبَ فَنَهَانِي قَوْمِي ثُمَّ أَرَدْتُ أَنْ أَرْفَعَ الثَّوْبَ فَنَهَانِي قَوْمِي فَرَفَعَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَوْ أَمَرَ بِهِ فَرُفِعَ فَسَمِعَ صَوْتَ بَاكِيَةٍ أَوْ صَائِحَةٍ فَقَالَ " مَنْ هَذِهِ " . فَقَالُوا بِنْتُ عَمْرٍو أَوْ أُخْتُ عَمْرٍو فَقَالَ " وَلِمَ تَبْكِي فَمَا زَالَتِ الْمَلاَئِكَةُ تُظِلُّهُ بِأَجْنِحَتِهَا حَتَّى رُفِعَ " .
Jabir bin 'Abdullah melaporkan: Jenazah ayahku dibawa dan dia ditutupi (dengan kain) dan telah dimutilasi. Saya berusaha untuk mengangkat kain itu, tetapi orang-orangku melarangku untuk melakukannya. Saya sekali lagi berusaha untuk mengangkat kain itu, tetapi orang-orangku melarangku. Maka Rasulullah (ﷺ) mengangkatnya atau memerintahkannya untuk diangkat. Dia mendengar suara (tangisan keras), atau suara seorang wanita yang sedang berduka. Dia bertanya siapa dia. Mereka berkata: Putri 'Amr atau saudara perempuan 'Amr, maka dia berkata: Mengapa dia menangis? Para Malaikat memberikan naungan kepadanya dengan sayap mereka sampai dia diangkat (ke tempatnya yang tinggi).
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
