Bab Keutamaan Ali bin Abi Thalib (رضي الله عنه)
Shahih
haddatsana qutaybahu ibnu saidin, haddatsana hatimun, - yani abna ismaila - an yazida ibni abi, ubaydin an salamaha ibni alakwai, qala kana aliyyun qad takhallafa ani annabiyyi fi khaybara wakana ramidan faqala ana atakhallafu an rasuli allahi. fakharaja aliyyun falahiqa biannabiyyi falamma kana masau allaylahi ati fatahaha allahu fi shabahiha qala rasulu allahi " luthiyanna arrayaha - aw layakhudzanna biarrayahi - ghadan rajulun yuhibbuhu allahu warasuluhu aw qala yuhibbu allaha warasulahu yaftahu allahu alayhi ". faidza nahnu bialiyyin wama narjuhu faqalu hadza aliyyun. faathahu rasulu allahi arrayaha fafataha allahu alayhi.
Diriwayatkan bahwa Salamah bin Al-Akwa' berkata: "Ali pernah tertinggal dari Nabi ﷺ dalam Perang Khaibar dan matanya meradang. Ia berkata: 'Apakah aku akan tertinggal dari Rasulullah ﷺ?' Maka Ali pergi dan bergabung dengan Nabi ﷺ dan pada malam hari setelahnya, Allah memberikan kemenangan. Nabi ﷺ bersabda: 'Aku pasti akan memberikan bendera ini kepada seorang lelaki yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.' Atau beliau berkata: 'Yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, Allah akan memberikan kemenangan melalui dia.' Dan tiba-tiba kami melihat Ali yang tidak kami duga akan hadir. Mereka (para sahabat) berkata: 'Inilah Ali.' Kemudian Nabi ﷺ memberikan bendera kepadanya dan Allah memberikan kemenangan melalui tangannya."