Penjelasan Hadits Muslim No. 2407 tentang Keutamaan Ali bin Abi Thalib dalam Perang Khaibar

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan peristiwa Perang Khaibar, ketika Nabi ﷺ menjanjikan bendera perang kepada seorang lelaki yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, serta mencintai Allah dan Rasul-Nya. Ternyata yang mendapat keutamaan itu adalah Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, dan melalui tangannya Allah memberikan kemenangan. Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Ali serta adab seorang mukmin yang tidak ingin tertinggal dari Rasulullah ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Keutamaan Para Sahabat, Bab Keutamaan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, nomor 2407, dari sahabat Salamah bin Al-Akwa' رضي الله عنه.

Kaitan dengan Al-Qur'an, Allah berfirman:

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

QS. Al-Ma'idah [5]: 55

Terjemahan ringkas: "Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)."

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kecintaan dan loyalitas kepada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman. Hadits Khaibar memperkuat makna bahwa kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah tanda keimanan yang sejati.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Keutamaan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه.

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini termasuk dalil yang sangat jelas tentang keutamaan Ali. Sabda Nabi ﷺ "dicintai Allah dan Rasul-Nya" serta "mencintai Allah dan Rasul-Nya" adalah pujian agung yang tidak diberikan kepada sembarang orang. Ini menunjukkan kedudukan Ali yang tinggi di sisi Allah dan Rasul-Nya.

Kedua: Semangat Ali untuk tidak tertinggal dari Rasulullah ﷺ.

Ketika Ali sedang sakit mata (ramad), ia tetap berusaha menyusul Nabi ﷺ. Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa ini menunjukkan kesungguhan Ali dalam berjihad dan kecintaannya yang mendalam kepada Rasulullah ﷺ. Ia tidak rela tertinggal dari rombongan Nabi ﷺ meskipun dalam keadaan sakit.

Ketiga: Janji Nabi ﷺ yang pasti terjadi.

Nabi ﷺ bersabda: "لأُعْطِيَنَّ الرَّايَةَ" (Sungguh aku akan memberikan bendera ini). Ini adalah janji yang pasti, dan Allah mengabulkannya. Ini menunjukkan bahwa sabda Nabi ﷺ adalah wahyu yang benar dan pasti terjadi.

Keempat: Kemenangan adalah karunia Allah.

Meskipun Ali yang memegang bendera, namun kemenangan tetap datang dari Allah. Ini mengajarkan bahwa usaha dan sebab hanyalah sarana, sedangkan hasil akhirnya adalah ketentuan Allah. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Perang Khaibar adalah salah satu bukti nyata pertolongan Allah kepada kaum mukminin.

Kelima: Perbedaan pendapat tentang siapa yang dimaksud "dicintai Allah dan Rasul-Nya".

Sebagian sahabat berharap mendapat keutamaan itu, namun Nabi ﷺ tidak menyebut nama secara langsung. Ketika Ali datang, barulah jelas siapa yang dimaksud. Ini menunjukkan bahwa keutamaan itu khusus untuk Ali, dan tidak ada sahabat lain yang diperselisihkan dalam hal ini.

Story Telling

Dalam Shahih Muslim dan Shahih Bukhari, dikisahkan bahwa ketika Nabi ﷺ dan para sahabat mengepung Khaibar, bendera perang dipegang oleh Abu Bakar رضي الله عنه pada suatu hari, lalu Umar bin Al-Khattab رضي الله عنه pada hari berikutnya. Namun benteng Khaibar belum juga ditaklukkan. Kemudian Nabi ﷺ bersabda: "Sungguh aku akan memberikan bendera ini besok kepada seorang lelaki yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah akan memberikan kemenangan melalui tangannya."

Para sahabat pun bermalam dengan hati yang penuh harap, masing-masing ingin menjadi orang yang dimaksud. Namun ternyata yang datang adalah Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, yang sebelumnya sakit mata. Nabi ﷺ kemudian meludahi mata Ali, dan sembuhlah matanya. Lalu beliau memberikan bendera kepadanya, dan Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa peristiwa ini adalah salah satu mukjizat Nabi ﷺ yang nyata, sekaligus bukti keutamaan Ali yang tidak terbantahkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Cintailah Allah dan Rasul-Nya — inilah tanda keimanan yang sejati, sebagaimana yang dicontohkan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه.
  2. Jangan pernah merasa berat untuk berjihad dan berkorban di jalan Allah, meskipun dalam keadaan lemah atau sakit.
  3. Yakinlah pada janji Allah dan Rasul-Nya — apa yang disabdakan Nabi ﷺ pasti terjadi.
  4. Hormati dan cintai para sahabat Nabi ﷺ, terutama Ali bin Abi Thalib, sebagaimana mereka dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.
  5. Jangan berlebihan (ghuluw) dalam mencintai atau membenci seseorang — cukupkanlah dengan apa yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?