Bab Keutamaan Musa عليه السلام
وَحَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ، حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ، يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ جَاءَ يَهُودِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَدْ لُطِمَ وَجْهُهُ . وَسَاقَ الْحَدِيثَ بِمَعْنَى حَدِيثِ الزُّهْرِيِّ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ " فَلاَ أَدْرِي أَكَانَ مِمَّنْ صَعِقَ فَأَفَاقَ قَبْلِي أَوِ اكْتَفَى بِصَعْقَةِ الطُّورِ " .
Abu Sa'id Khudri melaporkan bahwa seorang Yahudi yang telah menerima tamparan di wajahnya datang kepada Rasulullah (ﷺ); sisanya dari hadits ini sama, sampai pada bagian (di mana kata-katanya): Bahwa ia (Nabi yang Mulia) berkata: Saya tidak tahu apakah ia akan menjadi salah satu yang pingsan dan akan sadar sebelum saya atau ia akan diganti untuk pingsannya di Tur (sehingga ia tidak pingsan pada kesempatan ini) pada Hari Kebangkitan.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
