Shahih Muslim · Kitab Istilah dalam Adab dan Lainnya · No. 2249

Bab Hukum Menggunakan Istilah Hamba dan Budak

Shahih

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَابْنُ، حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، - وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ - عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " لاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ عَبْدِي وَأَمَتِي . كُلُّكُمْ عَبِيدُ اللَّهِ وَكُلُّ نِسَائِكُمْ إِمَاءُ اللَّهِ وَلَكِنْ لِيَقُلْ غُلاَمِي وَجَارِيَتِي وَفَتَاىَ وَفَتَاتِي " .

haddatsana yahya ibnu ayyuba, waqutaybahu, wabnu, hujrin qalu haddatsana ismailu, - wahuwa abnu jafarin - ani alalai, an abihi, an abi hurayraha, anna rasula allahi qala " la yaqulanna ahadukum abdi waamati. kullukum abidu allahi wakullu nisaikum imau allahi walakin liyaqul ghulami wajariyati wafataa wafatati ".

Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda: 'Janganlah salah seorang di antara kalian berkata: Hamba saya dan budak perempuan saya, karena kalian semua adalah hamba Allah, dan semua wanita kalian adalah budak-budak Allah; tetapi katakanlah: Pelayan saya, gadis saya, pemuda saya, dan gadis muda saya.'

Penjelasan