Bab Mengharamkan Menarik Pakaian dengan Kesombongan dan Menjelaskan Batasan yang Diperbolehkan
حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ، وَاقِدٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ مَرَرْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَفِي إِزَارِي اسْتِرْخَاءٌ فَقَالَ " يَا عَبْدَ اللَّهِ ارْفَعْ إِزَارَكَ " . فَرَفَعْتُهُ ثُمَّ قَالَ " زِدْ " . فَزِدْتُ فَمَا زِلْتُ أَتَحَرَّاهَا بَعْدُ . فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ إِلَى أَيْنَ فَقَالَ أَنْصَافِ السَّاقَيْنِ .
Ibn 'Umar melaporkan: Saya kebetulan lewat di depan Rasulullah (semoga damai atasnya) dengan pakaian bawah saya yang menjuntai (di tanah). Beliau berkata: 'Abdullah, tariklah pakaianmu ke atas,' saya menariknya, dan beliau kembali berkata: 'Tariklah lebih tinggi lagi,' dan saya menariknya lebih tinggi lagi dan saya terus menariknya setelah itu, di mana beberapa orang berkata: Sampai sejauh mana? Maka beliau berkata: Sampai ke tengah betis.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
