Shahih Muslim · Kitab Hewan Buruan dan Penyembelihan serta yang Dihalalkan dari Hewan · No. 1938

Bab Pengharaman Memakan Daging Keledai Domestik

Shahih

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَدِيٍّ، - وَهُوَ ابْنُ ثَابِتٍ - قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ، وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى، يَقُولاَنِ أَصَبْنَا حُمُرًا فَطَبَخْنَاهَا فَنَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ ﷺ اكْفَئُوا الْقُدُورَ .

haddatsana ubaydu allahi ibnu muadzin, haddatsana abi, haddatsana syubahu, an adiyyin, - wahuwa abnu tsabitin - qala samitu albaraa, waabda allahi ibna abi awfa, yaqulani ashabna humuran fathabakhnaha fanada munadi rasuli allahi akfau alqudura.

Adi (dia adalah putra Thabit) berkata: Saya mendengar al-Bara' dan Abdullah bin Abu Aufa berkata: Kami menemukan keledai domestik dan kami memasaknya. Kemudian, pengumuman dari Rasulullah ﷺ disampaikan bahwa periuk-periuk tanah harus dibalik.

Penjelasan