Bab Ketetapan Surga untuk Syuhada
Shahih
haddatsana abu bakri ibnu annadhri ibni abi annadhri, waharunu ibnu abdi allahi, wamuhammadu ibnu rafiin, waabdu ibnu humaydin - waalfazhuhum mutaqaribahun - qalu haddatsana hasyimu ibnu alqasimi, haddatsana sulaymanu, - wahuwa abnu almughirahi - an tsabitin, an anasi ibni malikin, qala baatsa rasulu allahi busaysaha aynan yanzhuru ma shanaat iru abi sufyana fajaa wama fi albayti ahadun ghayri waghayru rasuli allahi qala la adri ma astatsna badha nisaihi qala fahaddatsahu alhaditsa qala fakharaja rasulu allahi fatakallama faqala " inna lana thalibahan faman kana zhahruhu hadhiran falyarkab maana ". fajaala rijalun yastadzinunahu fi zhuhranihim fi ulwi almadinahi faqala " la ila man kana zhahruhu hadhiran ". fanthalaqa rasulu allahi waashhabuhu hatta sabaqu almusyrikina ila badrin wajaa almusyrikuna faqala rasulu allahi " la yuqaddimanna ahadun minkum ila syain hatta akuna ana dunahu ". fadana almusyrikuna faqala rasulu allahi " qumu ila jannahin ardhuha assamawatu waalardhu ". qala yaqulu umayru ibnu alhumami alanshariyyu ya rasula allahi jannahun ardhuha assamawatu waalardhu qala " naam ". qala bakhin bakhin. faqala rasulu allahi " ma yahmiluka ala qawlika bakhin bakhin ". qala la waallahi ya rasula allahi ila rajaaha an akuna min ahliha. qala " fainnaka min ahliha ". faakhraja tamaratin min qarnihi fajaala yakulu minhunna tsumma qala lain ana hayitu hatta akula tamarati hadzihi innaha lahayahun thawilahun - qala - farama bima kana maahu mina attamri. tsumma qatalahum hatta qutila.
Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik yang berkata: Rasulullah ﷺ mengutus Busaisah sebagai pengintai untuk melihat apa yang dilakukan oleh kafilah Abu Sufyan. Ia datang (kembali dan bertemu Rasulullah ﷺ di rumahnya) di mana tidak ada orang lain kecuali saya dan Rasulullah. Saya tidak ingat apakah ia (Hadrat Anas) mengecualikan beberapa istri Rasulullah ﷺ atau tidak dan memberitahukan berita tentang kafilah tersebut. (Setelah mendengar berita itu), Rasulullah ﷺ keluar (dengan cepat), berbicara kepada orang-orang dan berkata: Kita membutuhkan (orang); siapa pun yang memiliki hewan tunggangan yang siap harus ikut bersama kami. Orang-orang mulai meminta izin untuk membawa hewan tunggangan mereka yang sedang merumput di bukit dekat Madinah. Ia berkata: Tidak. (Saya ingin) hanya mereka yang memiliki hewan tunggangan yang siap. Maka Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya melanjutkan perjalanan menuju Badr dan sampai di sana lebih dulu dari para musyrikin (Mekah). Ketika para musyrikin (juga) sampai di sana, Rasulullah ﷺ berkata: Jangan ada di antara kalian yang maju untuk (melakukan) sesuatu kecuali saya yang berada di depan. Para musyrikin (sekarang) maju (menuju kami), dan Rasulullah ﷺ berkata: Bangkitlah untuk memasuki Surga yang luasnya sama dengan langit dan bumi. 'Umair bin al-Humam al-Ansari berkata: Wahai Rasulullah, apakah Surga sama luasnya dengan langit dan bumi? Ia berkata: Ya. 'Umair berkata: Alangkah baiknya! Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya: Apa yang mendorongmu mengucapkan kata-kata itu (yaitu, alangkah baiknya!)? Ia berkata: Wahai Rasulullah, tidak ada yang mendorongku kecuali harapan agar saya termasuk di antara penghuninya. Ia berkata: Sesungguhnya kamu termasuk di antara penghuninya. Ia mengeluarkan kurma dari kantongnya dan mulai memakannya. Kemudian ia berkata: Jika saya hidup sampai saya memakan semua kurma ini, itu akan menjadi kehidupan yang panjang. (Para perawi berkata): Ia melemparkan semua kurma yang ada padanya. Kemudian ia melawan musuh hingga ia terbunuh.