Shahih Muslim · Kitab Imarah · No. 1851

Bab Perintah untuk Tetap Bersama di Saat Munculnya Fitnah dan Peringatan Terhadap Para Pendakwah kepada Kekufuran

Shahih

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا عَاصِمٌ، - وَهُوَ ابْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ - عَنْ زَيْدِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ نَافِعٍ، قَالَ جَاءَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُطِيعٍ حِينَ كَانَ مِنْ أَمْرِ الْحَرَّةِ مَا كَانَ زَمَنَ يَزِيدَ بْنِ مُعَاوِيَةَ فَقَالَ اطْرَحُوا لأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ وِسَادَةً فَقَالَ إِنِّي لَمْ آتِكَ لأَجْلِسَ أَتَيْتُكَ لأُحَدِّثَكَ حَدِيثًا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ " مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ حُجَّةَ لَهُ وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً " .

haddatsana ubaydu allahi ibnu muadzin alanbariyyu, haddatsana abi, haddatsana ashimun, - wahuwa abnu muhammadi ibni zaydin - an zaydi ibni muhammadin, an nafiin, qala jaa abdu allahi ibnu umara ila abdi allahi ibni muthiin hina kana min amri alharrahi ma kana zamana yazida ibni muawiyaha faqala athrahu labi abdi arrahmani wisadahan faqala inni lam atika lajlisa ataytuka luhadditsaka haditsan samitu rasula allahi yaquluhu samitu rasula allahi yaqulu " man khalaa yadan min thaahin laqiya allaha yawma alqiyamahi la hujjaha lahu waman mata walaysa fi unuqihi bayahun mata mitahan jahiliyyahan ".

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar mengunjungi Abdullah bin Muti' pada masa (ketika kekejaman dilakukan terhadap Penduduk Madinah) di Harrah pada zaman Yazid bin Mu'awiyah. Ibn Muti' berkata: "Letakkan bantal untuk Abu 'Abd al-Rahman (nama keluarga Abdullah bin Umar)." Tetapi yang terakhir berkata: "Saya tidak datang untuk duduk denganmu. Saya datang untuk memberitahukanmu sebuah hadits yang saya dengar dari Rasulullah ﷺ. Saya mendengar beliau bersabda: 'Siapa yang melepaskan tangannya dari ketaatan (kepada Amir) tidak akan memiliki alasan (dalam pembelaannya) ketika ia berdiri di hadapan Allah pada Hari Kiamat, dan siapa yang mati tanpa mengikatkan dirinya dengan bai'at (kepada Amir) akan mati dengan mati jahiliyah.'"

Penjelasan