Bab Makna Firman Allah Azza wa Jalla: Dan sungguh dia telah melihatnya dalam penurunan yang lain
Shahih
haddatsani zuhayru ibnu harbin, haddatsana ismailu ibnu ibrahima, an dawuda, ani assyabiyyi, an masruqin, qala kuntu muttakian inda aisyaha faqalat ya aba aisyaha tsalatsun man takallama biwahidahin minhunna faqad azhama ala allahi alfiryaha. qultu ma hunna qalat man zaama anna muhammadan raa rabbahu faqad azhama ala allahi alfiryaha. qala wakuntu muttakian fajalastu faqultu ya umma almuminina anzhirini wala tajalini alam yaquli allahu azza wajalla walaqad raahu bialufuqi almubini walaqad raahu nazlahan ukhra. faqalat ana awwalu hadzihi alummahi saala an dzalika rasula allahi faqala " innama huwa jibrilu lam arahu ala shuratihi ati khuliqa alayha ghayra hatayni almarratayni raaytuhu munhabithan mina assamai saddan izhamu khalqihi ma bayna assamai ila alardhi ". faqalat awalam tasma anna allaha yaqulu la tudrikuhu alabsharu wahuwa yudriku alabshara wahuwa allathifu alkhabiru awalam tasma anna allaha yaqulu wama kana libasyarin an yukallimahu allahu ila wahyan aw min warai hijabin aw yursila rasulan fayuhiya biidznihi ma yasyau innahu aliyyun hakimun qalat waman zaama anna rasula allahi katama syayan min kitabi allahi faqad azhama ala allahi alfiryaha waallahu yaqulu ya ayyuha arrasulu balligh ma unzila ilayka min rabbika wain lam tafal fama ballaghta risalatahu. qalat waman zaama annahu yukhbiru bima yakunu fi ghadin faqad azhama ala allahi alfiryaha waallahu yaqulu qul la yalamu man fi assamawati waalardhi alghayba ila allahu.
Dari Masruq, bahwa ia berkata: Saya sedang bersandar di (rumah) Aisyah, lalu ia berkata: Wahai Abu Aisyah, ada tiga hal, dan siapa yang mengakui salah satunya, maka ia telah berbohong besar kepada Allah. Saya bertanya, apa itu? Ia berkata: Siapa yang mengira bahwa Muhammad ﷺ melihat Tuhannya (dengan penglihatan mata) maka ia telah berbohong besar kepada Allah. Saya sedang bersandar tetapi kemudian saya duduk dan berkata: Wahai Ibu orang-orang beriman, tunggu sebentar dan jangan terburu-buru. Bukankah Allah (Maha Tinggi dan Mulia) telah berfirman: "Dan sungguh dia telah melihatnya di ufuk yang jelas" (Al-Qur'an, Surat At-Takwir, 81:23) dan "Dan sungguh dia telah melihatnya dalam penurunan yang lain" (Al-Qur'an, Surat An-Najm, 53:13)? Ia berkata: Saya adalah orang pertama dari umat ini yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang itu, dan beliau berkata: Sesungguhnya itu adalah Jibril. Saya tidak pernah melihatnya dalam bentuk aslinya kecuali pada dua kesempatan ini; saya melihatnya turun dari langit dan memenuhi (ruang) dari langit ke bumi dengan kebesaran tubuhnya. Ia berkata: Apakah kamu tidak mendengar Allah berfirman: "Penglihatan tidak dapat mencapainya, dan Dia dapat mencakup semua penglihatan. Dan Dia Maha Halus, Maha Mengetahui" (Al-Qur'an, Surat Al-An'am, 6:103)? (Ia, yaitu Aisyah, lebih lanjut berkata): Apakah kamu tidak mendengar bahwa, sesungguhnya, Allah berfirman: "Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berbicara kepadanya kecuali dengan wahyu atau dari balik tabir atau mengutus seorang utusan untuk mewahyukan, dengan izin-Nya, apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya, Dia Maha Tinggi dan Bijaksana." (Al-Qur'an, Surat Asy-Syura, 42:51) Ia berkata: Siapa yang mengira bahwa Rasulullah ﷺ menyembunyikan sesuatu dari Kitab Allah, maka ia telah berbohong besar kepada Allah. Allah berfirman: "Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika tidak, maka kamu tidak menyampaikan risalah-Nya. Dan Allah akan melindungimu dari manusia. Sesungguhnya, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (Al-Qur'an, Surat Al-Maidah, 5:67). Ia berkata: Siapa yang mengira bahwa ia akan memberitahu apa yang akan terjadi besok, maka ia telah berbohong besar kepada Allah. Dan Allah berfirman: "Katakanlah, tidak ada yang mengetahui yang ghaib di langit dan di bumi kecuali Allah, dan mereka tidak menyadari kapan mereka akan dibangkitkan." (Al-Qur'an, Surat An-Naml, 27:65).