Penjelasan Hadits Muslim No. 17 tentang Perintah iman, shalat, zakat, dan khumus

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits agung yang menjelaskan hakikat iman secara praktis. Rasulullah ﷺ memerintahkan delegasi Abdul Qais dengan empat perkara pokok: syahadat, shalat, zakat, dan membayar seperlima harta rampasan perang. Beliau juga melarang mereka menggunakan bejana-bejana tertentu yang biasa dipakai untuk membuat minuman memabukkan. Hadits ini mengajarkan bahwa iman bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi harus dibuktikan dengan amalan nyata dan menjauhi larangan Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Al-Iman, Bab "Perintah untuk Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya", no. 17, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

QS. Al-Bayyinah [98]: 5

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

"Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan pentingnya menyampaikan ilmu secara ringkas dan jelas, serta memberikan perintah yang mudah dipahami oleh orang awam. Beliau juga menegaskan bahwa larangan terhadap bejana-bejana tersebut adalah untuk menutup pintu menuju minuman keras, karena bejana-bejana itu mempercepat proses fermentasi.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

1. Iman Kepada Allah dan Rasul-Nya

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Jami' Al-'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa ketika Rasulullah ﷺ ditanya tentang iman, beliau langsung menyebutkan syahadat sebagai rukun pertama. Ini menunjukkan bahwa iman yang diterima adalah iman yang dibangun di atas tauhid—mengesakan Allah dalam ibadah dan mengikuti Rasulullah ﷺ dalam syariat.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa syahadat "La ilaha illallah" menuntut konsekuensi: tidak beribadah kecuali kepada Allah, dan syahadat "Muhammadur Rasulullah" menuntut ketaatan kepada beliau dalam segala perintah dan larangan.

2. Mendirikan Shalat dan Membayar Zakat

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menegaskan bahwa shalat dan zakat disebutkan berulang kali dalam Al-Qur'an bersama-sama karena keduanya adalah tiang agama: shalat adalah hubungan vertikal dengan Allah, sedangkan zakat adalah hubungan horizontal dengan sesama manusia.

Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menjelaskan bahwa shalat adalah rukun Islam yang paling agung setelah dua kalimat syahadat, dan zakat adalah hak harta yang wajib ditunaikan.

3. Membayar Khumus (Seperlima) Harta Rampasan

Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits ini dengan lafaz yang berbeda-beda, namun semuanya sepakat bahwa khumus adalah kewajiban atas harta rampasan perang. Ini menunjukkan bahwa Islam mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk masalah harta dan keuangan umat.

4. Larangan Menggunakan Bejana Tertentu

Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini bersifat sementara di awal Islam, kemudian di-nasakh (dihapus) dengan hadits-hadits lain yang membolehkan menggunakan bejana apa pun selama isinya halal. Namun, pelajaran yang tetap berlaku adalah prinsip menutup pintu menuju kemaksiatan (sadd adz-dzari'ah).

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hikmah larangan ini adalah karena bejana-bejana tersebut mempercepat perubahan air menjadi minuman memabukkan, sehingga dikhawatirkan orang-orang yang belum terbiasa dengan larangan khamr akan tergelincir ke dalamnya.

Story Telling

Ada kisah menarik tentang keteguhan para sahabat dalam menjalankan perintah ini. Ketika delegasi Abdul Qais kembali ke kaumnya, mereka menyampaikan apa yang diperintahkan Rasulullah ﷺ. Maka kaum mereka pun meninggalkan bejana-bejana yang dilarang tersebut, dan mereka dikenal sebagai kaum yang sangat teguh dalam menjalankan perintah Nabi ﷺ.

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menceritakan bahwa ketika beliau masih kecil, beliau pernah datang kepada Nabi ﷺ dengan membawa bejana air, dan beliau melihat langsung bagaimana para sahabat sangat berhati-hati dalam menjalankan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa ketaatan kepada Rasulullah ﷺ adalah bagian dari keimanan yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman harus dibuktikan dengan amal — syahadat saja tidak cukup tanpa shalat, zakat, dan ketaatan lainnya.
  2. Menjauhi larangan Allah adalah bagian dari iman — sebagaimana Nabi ﷺ melarang bejana-bejana tertentu untuk menutup pintu menuju khamr.
  3. Dakwah harus disampaikan dengan cara yang mudah dipahami — Nabi ﷺ menyampaikan perintah secara ringkas dan jelas kepada delegasi Abdul Qais.
  4. Ilmu harus diamalkan dan disampaikan kepada orang lain — delegasi Abdul Qais diminta untuk mengajak kaumnya kepada kebaikan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?