Bab Siapa yang Mengakui Diri Sendiri Berzina
Shahih
haddatsana qutaybahu ibnu saidin, haddatsana laytsun, h wahaddatsanahu muhammadu ibnu rumhin, akhbarana allaytsu, ani abni syihabin, an ubaydi allahi ibni abdi allahi ibni utbaha ibni masudin, an abi hurayraha, wazaydi ibni khalidin, aljuhaniyyi annahuma qala inna rajulan mina alarabi ata rasula allahi faqala ya rasula allahi ansyuduka allaha ila qadhayta li bikitabi allahi. faqala alkhashmu alakharu wahuwa afqahu minhu naam faqdhi baynana bikitabi allahi wadzan li. faqala rasulu allahi " qul ". qala inna abni kana asifan ala hadza fazana bimraatihi wainni ukhbirtu anna ala abni arrajma faftadaytu minhu bimiahi syahin wawalidahin fasaaltu ahla alilmi faakhbaruni annama ala abni jaldu miahin wataghribu amin waanna ala amraahi hadza arrajma. faqala rasulu allahi " waadzi nafsi biyadihi laqdhiyanna baynakuma bikitabi allahi alwalidahu waalghanamu raddun waala abnika jaldu miahin wataghribu amin waghdu ya unaysu ila amraahi hadza faini atarafat farjumha ". qala faghada alayha fatarafat faamara biha rasulu allahi farujimat.
Abu Huraira dan Zaid bin Khalid al-Juhani melaporkan bahwa seorang lelaki dari suku Badui datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: "Wahai Rasulullah, aku mohon kepada-Mu demi Allah agar Engkau memutuskan perkara ini menurut Kitab Allah." Pihak yang satu lagi yang lebih bijak berkata: "Ya, putuskanlah di antara kami menurut Kitab Allah dan izinkan aku (mengatakan sesuatu)." Maka Rasulullah ﷺ berkata: "Katakanlah." Dia berkata: "Anakku adalah seorang pelayan di rumah orang ini dan dia berzina dengan istrinya. Aku diberitahu bahwa anakku layak untuk dirajam (sebagai hukuman untuk pelanggaran ini). Aku memberikan seratus kambing dan seorang budak perempuan sebagai tebusan untuk ini. Aku bertanya kepada para ulama (apakah ini bisa menjadi tebusan untuk pelanggaran ini). Mereka memberitahuku bahwa anakku layak untuk dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun, dan wanita ini layak untuk dirajam (karena dia sudah menikah). Maka Rasulullah ﷺ berkata: "Demi Dia yang menguasai jiwaku, aku akan memutuskan di antara kalian menurut Kitab Allah. Budak perempuan dan kambing harus dikembalikan, dan anakmu harus dihukum dengan seratus cambukan dan diasingkan selama satu tahun. Dan, wahai Unais (bin Zuhaq al-Aslami), pergi kepada wanita ini di pagi hari, dan jika dia mengakui, maka rajamlah dia." Dia (penutur) berkata: Dia pergi kepadanya di pagi hari dan dia mengakui. Maka Rasulullah ﷺ memutuskan tentangnya dan dia dirajam hingga mati.