Bab Memotong Tangan Pencuri Terhormat dan Lainnya serta Larangan untuk Bersyafaat dalam Hukuman
وَحَدَّثَنِي سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَعْيَنَ، حَدَّثَنَا مَعْقِلٌ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّ امْرَأَةً، مِنْ بَنِي مَخْزُومٍ سَرَقَتْ فَأُتِيَ بِهَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَعَاذَتْ بِأُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " وَاللَّهِ لَوْ كَانَتْ فَاطِمَةُ لَقَطَعْتُ يَدَهَا " . فَقُطِعَتْ .
Jabir melaporkan bahwa seorang wanita dari suku Makhzum melakukan pencurian. Dia dibawa kepada Rasulullah (ﷺ) dan dia meminta perlindungan (syafaat) dari Umm Salama, istri Rasulullah (ﷺ). Kemudian Rasulullah (ﷺ) berkata: Demi Allah, bahkan jika dia adalah Fatimah, aku akan memotong tangannya. Dan demikianlah tangannya dipotong.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
