Shahih Muslim · Kitab Memelihara Tanaman · No. 1572

Bab Perintah untuk Membunuh Anjing dan Penjelasan Pembatalannya serta Penjelasan Larangan Memeliharanya Kecuali untuk Berburu atau Pertanian atau Ternak

Shahih

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَلَفٍ، حَدَّثَنَا رَوْحٌ، ح وَحَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، أَخْبَرَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِقَتْلِ الْكِلاَبِ حَتَّى إِنَّ الْمَرْأَةَ تَقْدَمُ مِنَ الْبَادِيَةِ بِكَلْبِهَا فَنَقْتُلُهُ ثُمَّ نَهَى النَّبِيُّ ﷺ عَنْ قَتْلِهَا وَقَالَ ‏"‏ عَلَيْكُمْ بِالأَسْوَدِ الْبَهِيمِ ذِي النُّقْطَتَيْنِ فَإِنَّهُ شَيْطَانٌ ‏"‏ ‏.‏

Abu Zubair mendengar Jabir bin Abdullah (semoga Allah meridhainya) mengatakan: Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk membunuh anjing, dan kami melaksanakan perintah ini sehingga kami juga membunuh anjing yang datang dengan seorang wanita dari padang pasir. Kemudian Rasulullah ﷺ melarang pembunuhan mereka. Beliau (Nabi ﷺ) lebih lanjut berkata: "Adalah kewajiban kalian untuk (memelihara) anjing yang hitam legam (dengan dua titik di matanya), karena ia adalah setan."