Bab Perintah untuk Membunuh Anjing dan Penjelasan Pembatalannya serta Penjelasan Larangan Memeliharanya Kecuali untuk Berburu atau Pertanian atau Ternak
Shahih
haddatsana muhammadu ibnu ahmada ibni abi khalafin, haddatsana rawhun, h wahaddatsani ishaqu ibnu manshurin, akhbarana rawhu ibnu ubadaha, haddatsana abnu jurayjin, akhbarani abu azzubayri, annahu samia jabira ibna abdi allahi, yaqulu amarana rasulu allahi biqatli alkilabi hatta inna almaraha taqdamu mina albadiyahi bikalbiha fanaqtuluhu tsumma naha annabiyyu an qatliha waqala " alaykum bialaswadi albahimi dzi annuqthatayni fainnahu syaythanun ".
Abu Zubair mendengar Jabir bin Abdullah (semoga Allah meridhainya) mengatakan: Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk membunuh anjing, dan kami melaksanakan perintah ini sehingga kami juga membunuh anjing yang datang dengan seorang wanita dari padang pasir. Kemudian Rasulullah ﷺ melarang pembunuhan mereka. Beliau (Nabi ﷺ) lebih lanjut berkata: "Adalah kewajiban kalian untuk (memelihara) anjing yang hitam legam (dengan dua titik di matanya), karena ia adalah setan."