Bab Perintah untuk Membunuh Anjing dan Penjelasan Pembatalannya serta Penjelasan Larangan Memeliharanya Kecuali untuk Memburu atau Ternak
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمَرَ بِقَتْلِ الْكِلاَبِ إِلاَّ كَلْبَ صَيْدٍ أَوْ كَلْبَ غَنَمٍ أَوْ مَاشِيَةٍ . فَقِيلَ لاِبْنِ عُمَرَ إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ أَوْ كَلْبَ زَرْعٍ . فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ إِنَّ لأَبِي هُرَيْرَةَ زَرْعًا.
Ibn Umar (semoga Allah meridhoi mereka) melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) memerintahkan untuk membunuh anjing kecuali anjing yang dijinakkan untuk berburu, atau menjaga ternak domba atau hewan peliharaan lainnya. Dikatakan kepada Ibn Umar (semoga Allah meridhoi mereka) bahwa Abu Hurairah (semoga Allah meridhoi dia) berbicara tentang (pengecualian) anjing untuk menjaga ladang, maka ia berkata: Karena Abu Hurairah (semoga Allah meridhoi dia) memiliki tanah.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
