Bab Wasiat untuk Wanita
Shahih
wahaddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana husaynu ibnu aliyyin, an zaidaha, an maysaraha, an abi hazimin, an abi hurayraha, ani annabiyyi qala " man kana yuminu biallahi waalyawmi alakhiri faidza syahida amran falyatakallam bikhayrin aw liyaskut wastawshu biannisai fainna almaraha khuliqat min dhilain wainna awaja syain fi addhilai alahu in dzahabta tuqimuhu kasartahu wain taraktahu lam yazal awaja astawshu biannisai khayran ".
Abu Hurairah (semoga Allah meridhoi dia) melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, jika ia menyaksikan suatu perkara, hendaklah ia berbicara dengan baik atau diam. Berbuat baiklah kepada wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya. Jika kamu berusaha untuk meluruskannya, kamu akan mematahkannya, dan jika kamu membiarkannya, kebengkokannya akan tetap ada. Maka berbuat baiklah kepada wanita."