Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan kota Madinah yang sangat agung. Rasulullah ﷺ menetapkan Madinah sebagai tanah haram (suci) sebagaimana Nabi Ibrahim ﷺ menetapkan Mekkah sebagai tanah haram. Beliau juga mendoakan keberkahan bagi penduduk Madinah dalam takaran makanan mereka (mud dan sha'). Ini adalah bukti kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya dan penetapan hukum syariat tentang larangan berburu dan memotong tumbuhan di area tersebut.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Haji, Bab Keutamaan Madinah. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya.
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
Allah ﷻ berfirman tentang doa Nabi Ibrahim ﷺ untuk Mekkah:
لِرَبِّهِمْ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa: 'Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekkah) negeri yang aman, dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya...'" (QS. Al-Baqarah [2]: 126)
Kaitan dengan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan penetapan Madinah sebagai tanah haram, dan ini adalah pendapat jumhur ulama. Beliau juga menjelaskan bahwa doa Nabi ﷺ untuk keberkahan dalam mud dan sha' adalah doa yang mustajab, dan keberkahan itu nyata terlihat pada zaman beliau dan setelahnya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Penetapan Madinah sebagai Tanah Haram
Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan Mekkah, dan sesungguhnya aku mengharamkan Madinah antara dua lava (harrah)-nya." (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa Madinah memiliki kemuliaan khusus sebagaimana Mekkah.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa keharaman Madinah berbeda dengan keharaman Mekkah dalam beberapa hal. Di Madinah, tidak boleh berburu binatang liar dan tidak boleh memotong tumbuhan yang tumbuh alami di area haram tersebut, kecuali untuk kebutuhan tertentu seperti makanan ternak atau alat-alat yang diperlukan.
2. Makna "Dua Gunung" atau "Dua Lava"
Yang dimaksud dengan "antara dua gunungnya" atau dalam riwayat lain "antara dua lava (harrah)" adalah batas-batas wilayah haram Madinah. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa batas haram Madinah telah ditandai oleh Nabi ﷺ dengan jelas, dan para sahabat mengetahui batas-batas tersebut.
3. Doa Keberkahan dalam Takaran
Doa Nabi ﷺ: "Ya Allah, berkahilah mereka dalam mudd dan sha' mereka" menunjukkan perhatian Nabi ﷺ terhadap kebutuhan pokok penduduk Madinah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa keberkahan dalam makanan adalah salah satu bentuk terbesar dari keberkahan Allah, karena dengan sedikit makanan bisa mencukupi banyak orang.
4. Kisah Anas bin Malik Melayani Nabi ﷺ
Bagian awal hadits ini juga menunjukkan adab pelayanan kepada guru dan orang yang lebih tua. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu adalah pelayan Rasulullah ﷺ selama sepuluh tahun, dan beliau dikenal sangat setia serta berbakti.
Story Telling
Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Aku melayani Nabi ﷺ selama sepuluh tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah mengatakan kepadaku 'Uff' (ungkapan bosan) dan tidak pernah berkata tentang sesuatu yang aku lakukan: 'Mengapa kamu lakukan ini?' dan tidak juga tentang sesuatu yang tidak aku lakukan: 'Mengapa kamu tidak lakukan ini?'"
Ini menunjukkan akhlak mulia Nabi ﷺ dalam memperlakukan pembantunya. Anas kecil saat itu ikut dalam perjalanan bersama Nabi ﷺ dan Abu Thalhah, dan beliau ﷺ tetap menunjukkan kasih sayang serta mengajarkan hal-hal penting seperti penetapan haramnya Madinah dan doa keberkahan.
Kesimpulan Praktis
- Meyakini keutamaan Madinah sebagai kota yang diberkahi Allah dan ditetapkan sebagai tanah haram oleh Nabi ﷺ.
- Menghormati area haram Madinah dengan tidak berburu binatang liar dan tidak merusak tumbuhannya, sesuai batas yang telah ditetapkan syariat.
- Mengambil pelajaran tentang doa — Nabi ﷺ mendoakan keberkahan makanan untuk penduduk Madinah, dan kita pun dianjurkan mendoakan keberkahan untuk sesama muslim.
- Meneladani akhlak Nabi ﷺ dalam memperlakukan pembantu dan orang yang lebih muda dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.
- Meneladani Anas bin Malik yang dengan ikhlas melayani Nabi ﷺ selama bertahun-tahun tanpa mengeluh.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.