Bab Keutamaan Madinah dan Doa Nabi ﷺ di Dalamnya untuk Berkah serta Penjelasan Larangan Memotongnya dan Menangkap Binatangnya serta Penjelasan Batasan Harumnya
Shahih
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana abdu allahi ibnu numayrin, h wahaddatsana abnu numayrin, haddatsana abi, haddatsana utsmanu ibnu hakimin, haddatsani amiru ibnu sadin, an abihi, qala qala rasulu allahi " inni uharrimu ma bayna labatai almadinahi an yuqthaa idhahuha aw yuqtala shayduha - waqala - almadinahu khayrun lahum law kanu yalamuna la yadauha ahadun raghbahan anha ila abdala allahu fiha man huwa khayrun minhu wala yatsbutu ahadun ala lwaiha wajahdiha ila kuntu lahu syafian aw syahidan yawma alqiyamahi ".
Amir bin Sa'd melaporkan dari ayahnya (semoga Allah meridhainya) bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Aku mengharamkan apa yang ada di antara dua lahan lava Madinah, agar pohon-pohon di sana tidak boleh dipotong, atau binatang buruan di sana tidak boleh dibunuh; dan beliau juga bersabda: Madinah adalah yang terbaik bagi mereka jika mereka mengetahui. Tidak ada yang meninggalkannya karena membencinya kecuali Allah menggantikan tempatnya dengan seseorang yang lebih baik darinya; dan tidak ada yang bertahan di sana meskipun dalam kesulitan dan penderitaan tanpa aku menjadi syafaat atau saksi baginya pada hari kiamat."