Shahih Muslim · Kitab Haji · No. 1327

Bab Kewajiban Tawaf Wada dan Penghapusannya bagi Wanita Haid

Shahih

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سُلَيْمَانَ الأَحْوَلِ، عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ كَانَ النَّاسُ يَنْصَرِفُونَ فِي كُلِّ وَجْهٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ لاَ يَنْفِرَنَّ أَحَدٌ حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِ بِالْبَيْتِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ زُهَيْرٌ يَنْصَرِفُونَ كُلَّ وَجْهٍ ‏.‏ وَلَمْ يَقُلْ فِي ‏.‏

Ibn 'Abbas (semoga Allah meridhoi mereka) melaporkan bahwa orang-orang biasa kembali melalui setiap jalan, di mana Rasulullah ﷺ bersabda: Tidak seorang pun di antara kalian yang boleh pergi hingga ia melakukan tawaf terakhir di sekitar Ka'bah. Zuhair berkata (kata-katanya): ARABIC: YANSWARIFUWN KULLA WAJH dan kata arabic: FIY tidak disebutkan.