Bab Penjelasan bahwa Jumlah Kerikil adalah Tujuh
وَحَدَّثَنِي سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَعْيَنَ، حَدَّثَنَا مَعْقِلٌ، - وَهُوَ ابْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْجَزَرِيُّ - عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " الاِسْتِجْمَارُ تَوٌّ وَرَمْىُ الْجِمَارِ تَوٌّ وَالسَّعْىُ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ تَوٌّ وَالطَّوَافُ تَوٌّ وَإِذَا اسْتَجْمَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَجْمِرْ بِتَوٍّ " .
Jabir (b. Abdullab) (Allah be pleased with him) melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Jumlah ganjil dari batu harus digunakan untuk membersihkan (bagian pribadi setelah buang air), dan melempar kerikil di Jamrah juga harus dilakukan dengan jumlah ganjil (tujuh), dan (jumlah) putaran antara al-Safa' dan al-Marwa juga ganjil (tujuh), dan jumlah putaran (di sekitar Ka'bah) juga ganjil (tujuh). Setiap kali salah satu dari kalian perlu menggunakan batu (untuk membersihkan bagian pribadi), hendaklah ia menggunakan jumlah ganjil (tiga, lima, atau tujuh).'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
