Bab Penjelasan bahwa Sa'i antara Shafa dan Marwah adalah Rukun yang tidak sah Haji kecuali dengan itu
وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ كَانَتِ الأَنْصَارُ يَكْرَهُونَ أَنْ يَطُوفُوا بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ حَتَّى نَزَلَتْ { إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا}
Anas (semoga Allah meridhainya) melaporkan bahwa kaum Ansar merasa enggan untuk melakukan tawaf antara al-Safa dan al-Marwa hingga turun ayat: "Sesungguhnya al-Safa dan al-Marwa adalah termasuk syiar Allah. Maka barangsiapa yang melaksanakan haji ke Baitullah atau umrah, maka tidak ada dosa baginya untuk melakukan tawaf antara keduanya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
