Bab Menjelaskan Bahwa Sa'i Antara Safa dan Marwah adalah Rukun yang Tidak Sah Haji Tanpa Itu
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَ قُلْتُ لَهَا إِنِّي لأَظُنُّ رَجُلاً لَوْ لَمْ يَطُفْ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ مَا ضَرَّهُ . قَالَتْ لِمَ قُلْتُ لأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ { إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ} إِلَى آخِرِ الآيَةِ . فَقَالَتْ مَا أَتَمَّ اللَّهُ حَجَّ امْرِئٍ وَلاَ عُمْرَتَهُ لَمْ يَطُفْ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَلَوْ كَانَ كَمَا تَقُولُ لَكَانَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ لاَ يَطَّوَّفَ بِهِمَا . وَهَلْ تَدْرِي فِيمَا كَانَ ذَاكَ إِنَّمَا كَانَ ذَاكَ أَنَّ الأَنْصَارَ كَانُوا يُهِلُّونَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ لِصَنَمَيْنِ عَلَى شَطِّ الْبَحْرِ يُقَالُ لَهُمَا إِسَافٌ وَنَائِلَةٌ . ثُمَّ يَجِيئُونَ فَيَطُوفُونَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ ثُمَّ يَحْلِقُونَ . فَلَمَّا جَاءَ الإِسْلاَمُ كَرِهُوا أَنْ يَطُوفُوا بَيْنَهُمَا لِلَّذِي كَانُوا يَصْنَعُونَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ قَالَتْ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ} إِلَى آخِرِهَا - قَالَتْ - فَطَافُوا .
Hisham bin 'Urwah melaporkan dari ayahnya yang meriwayatkan dari 'Aisyah. Dia berkata kepada 'Aisyah: "Saya pikir jika seseorang tidak berlari antara al-Safa dan al-Marwah, itu tidak merugikannya (sejauh berkaitan dengan Haji)." Dia berkata: "Mengapa (kamu berpikir demikian)?" Saya berkata: "Karena Allah berfirman: 'Sesungguhnya al-Safa dan al-Marwah adalah di antara tanda-tanda Allah' (II: 158) (hingga akhir ayat), maka dia berkata: 'Allah tidak menyempurnakan Haji seseorang atau Umrah-nya jika dia tidak melakukan Sa'i antara al-Safa dan al-Marwah; dan jika memang seperti yang kamu nyatakan, maka (kata-katanya seharusnya) 'fala janah an la yatufu biha' 'Tidak ada bahaya baginya jika dia tidak mengelilingi antara keduanya'. Apakah kamu tahu dalam konteks apa (ayat ini diturunkan)? (Ayat ini diturunkan dalam konteks) bahwa orang-orang Ansar di Zaman Jahiliyah mengucapkan Talbiyah untuk dua berhala (yang terletak di tepi sungai) yang disebut Isaf dan Na'ila. Orang-orang pergi ke sana, kemudian mengelilingi antara al-Safa dan al-Marwah dan kemudian mencukur rambut mereka. Dengan datangnya Islam, mereka (kaum Muslim) tidak suka mengelilingi antara keduanya seperti yang mereka lakukan di Zaman Jahiliyah. Oleh karena itu Allah, Yang Maha Agung dan Mulia, menurunkan: 'Sesungguhnya al-Safa dan al-Marwah adalah di antara tanda-tanda Allah' hingga akhir ayat. Dia berkata: 'Kemudian orang-orang mulai melakukan Sa'i.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
