Bab Diperbolehkannya Thawaf di Atas Onta dan Lainnya serta Menyentuh Hajar dengan Tongkat bagi yang Naik Onta
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي، الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ، قَالَ طَافَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِالْبَيْتِ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ عَلَى رَاحِلَتِهِ يَسْتَلِمُ الْحَجَرَ بِمِحْجَنِهِ لأَنْ يَرَاهُ النَّاسُ وَلِيُشْرِفَ وَلِيَسْأَلُوهُ فَإِنَّ النَّاسَ غَشُوهُ.
Jabir (semoga Allah meridhoi dia) melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) melakukan thawaf di Ka'bah pada Haji Wada di atas unta dan menyentuh Hajar dengan tongkatnya agar orang-orang dapat melihatnya, dan agar dia terlihat mencolok, sehingga mereka dapat bertanya kepadanya (pertanyaan yang berkaitan dengan agama) karena orang-orang telah mengerumuninya.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
