Bab Disunnahnya Menginap di Dhi Tuwa Saat Hendak Masuk Mekkah dan Mandi untuk Memasukinya di Siang Hari
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، وَعُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا يَحْيَى، - وَهُوَ الْقَطَّانُ - عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، أَخْبَرَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بَاتَ بِذِي طَوًى حَتَّى أَصْبَحَ ثُمَّ دَخَلَ مَكَّةَ . قَالَ وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ . وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ سَعِيدٍ حَتَّى صَلَّى الصُّبْحَ . قَالَ يَحْيَى أَوْ قَالَ حَتَّى أَصْبَحَ .
Ibn Umar (semoga Allah meridhainya) melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) menghabiskan malam di Dhi Tuwa hingga pagi dan kemudian masuk ke Mekkah. 'Abdullah (bin Umar) sendiri melakukan hal yang sama. Dan dalam riwayat yang disampaikan oleh Ibn Sa'id (kata-katanya): Hingga ia melaksanakan shalat subuh. Yahya (perawi lainnya) berkata: Hingga pagi.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
