Bab Memendekkan dalam Umrah
حَدَّثَنِي حَامِدُ بْنُ عُمَرَ الْبَكْرَاوِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، قَالَ كُنْتُ عِنْدَ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ فَأَتَاهُ آتٍ فَقَالَ إِنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ وَابْنَ الزُّبَيْرِ اخْتَلَفَا فِي الْمُتْعَتَيْنِ فَقَالَ جَابِرٌ فَعَلْنَاهُمَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ نَهَانَا عَنْهُمَا عُمَرُ فَلَمْ نَعُدْ لَهُمَا .
Abd Nadra melaporkan: Ketika saya berada di hadapan Jabir, seorang datang dan berkata: 'Ada perbedaan pendapat antara Ibn Abbas dan Ibn Zubair tentang dua Mut'a (manfaat, Tamattul dalam Haji dan pernikahan sementara dengan wanita), maka Jabir berkata: 'Kami telah melakukannya selama masa Rasulullah (s.a.w), dan kemudian 'Umar melarang kami untuk melakukannya, dan kami tidak pernah melakukannya lagi.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
