Bab tentang Mut'ah Haji
وَحَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا مُسْلِمٌ الْقُرِّيُّ، سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ، - رضى الله عنهما - يَقُولُ أَهَلَّ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِعُمْرَةٍ وَأَهَلَّ أَصْحَابُهُ بِحَجٍّ فَلَمْ يَحِلَّ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَلاَ مَنْ سَاقَ الْهَدْىَ مِنْ أَصْحَابِهِ وَحَلَّ بَقِيَّتُهُمْ فَكَانَ طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ فِيمَنْ سَاقَ الْهَدْىَ فَلَمْ يَحِلَّ .
Muslim al-Qurri mendengar Ibnu Abbas (semoga Allah meridhoi mereka) berkata bahwa Rasulullah (ﷺ) memasuki keadaan Ihram untuk Umrah dan para Sahabatnya untuk Haji. Baik Rasulullah (ﷺ) maupun mereka yang membawa hewan kurban di antara para Sahabatnya tidak melepas Ihram, sedangkan yang lainnya (dari para jemaah haji) melepasnya. Talha bin Ubaidullah adalah salah satu dari mereka yang membawa hewan kurban sehingga ia tidak melepas Ihram.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
