Shahih Muslim · Kitab Haji · No. 1222

Bab Dalam Menghapus Larangan dari Ihram dan Perintah untuk Sempurna

Shahih

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَابْنُ، بَشَّارٍ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي مُوسَى، عَنْ أَبِي مُوسَى، أَنَّهُ كَانَ يُفْتِي بِالْمُتْعَةِ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ رُوَيْدَكَ بِبَعْضِ فُتْيَاكَ فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي مَا أَحْدَثَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ فِي النُّسُكِ بَعْدُ حَتَّى لَقِيَهُ بَعْدُ فَسَأَلَهُ فَقَالَ عُمَرُ قَدْ عَلِمْتُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَدْ فَعَلَهُ وَأَصْحَابُهُ وَلَكِنْ كَرِهْتُ أَنْ يَظَلُّوا مُعْرِسِينَ بِهِنَّ فِي الأَرَاكِ ثُمَّ يَرُوحُونَ فِي الْحَجِّ تَقْطُرُ رُءُوسُهُمْ .

wahaddatsana muhammadu ibnu almutsanna, wabnu, bassyarin qala abnu almutsanna haddatsana muhammadu ibnu jafarin, haddatsana syubahu, ani alhakami, an umaraha ibni umayrin, an ibrahima ibni abi musa, an abi musa, annahu kana yufti bialmutahi faqala lahu rajulun ruwaydaka bibadhi futyaka fainnaka la tadri ma ahdatsa amiru almuminina fi annusuki badu hatta laqiyahu badu fasaalahu faqala umaru qad alimtu anna annabiyya qad faalahu waashhabuhu walakin karihtu an yazhallu murisina bihinna fi alaraki tsumma yaruhuna fi alhajji taqthuru ruusuhum.

Dari Abu Musa, bahwa ia pernah memberikan fatwa tentang Haji Tamattu'. Seorang berkata kepadanya: "Tahanlah dirimu dalam memberikan beberapa fatwa, karena engkau tidak tahu apa yang telah diperkenalkan oleh Amirul Mukminin dalam ibadah setelah engkau (ketika engkau pergi ke Yaman)." Ia bertemu dengannya (Hadrat Umar) kemudian dan menanyakannya, di mana Umar berkata: "Aku tahu bahwa Rasulullah ﷺ dan juga para sahabatnya melakukannya (melaksanakan Tamattu'), tetapi aku tidak setuju agar orang-orang yang sudah menikah berhubungan dengan istri mereka di bawah naungan pohon, dan kemudian berangkat untuk Haji dengan air mengalir dari kepala mereka."

Penjelasan