Bab Penjelasan tentang Wajah-wajah Ihram dan Bahwa Diperbolehkan Melaksanakan Haji Secara Terpisah, Tamattu', dan Qiran serta Kebolehan Memasukkan Haji ke dalam Umrah dan Kapan Qarin Boleh Berhenti dari Nuskhnya
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَابْنُ، نُمَيْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، أَخْبَرَهُ عَمْرُو بْنُ أَوْسٍ، أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَمَرَهُ أَنْ يُرْدِفَ عَائِشَةَ فَيُعْمِرَهَا مِنَ التَّنْعِيمِ .
Abd al-Rahman bin Abu Bakr melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) memerintahkannya untuk menggendong A'isyah di belakangnya dan memfasilitasi dia untuk (masuk ke dalam keadaan Ihram untuk 'Umrah) di Tan'im.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
