Bab Penegasan Larangan Berhubungan Suami Istri di Siang Hari Ramadan
Shahih
haddatsana muhammadu ibnu rumhi ibni almuhajiri, akhbarana allaytsu, an yahya ibni saidin, an abdi, arrahmani ibni alqasimi an muhammadi ibni jafari ibni azzubayri, an abbadi ibni abdi allahi ibni azzubayri, an aisyaha, - rdh allah nh - annaha qalat jaa rajulun ila rasuli allahi faqala ahtaraqtu. qala rasulu allahi " lima ". qala wathitu amraati fi ramadhana naharan. qala " tashaddaq tashaddaq ". qala ma indi syaun. faamarahu an yajlisa fajaahu araqani fihima thaamun faamarahu rasulu allahi an yatashaddaqa bihi.
Aisyah (semoga Allah meridhoi dia) melaporkan bahwa seorang lelaki datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: Aku terbakar, lalu Rasulullah ﷺ bertanya: Bagaimana? Dia (lelaki itu) berkata: Aku berhubungan dengan istriku di siang hari Ramadan. Maka Rasulullah ﷺ berkata: Berilah sedekah, berilah sedekah. Dia (lelaki itu) berkata: Tidak ada yang ada padaku. Dia memerintahkannya untuk duduk, (sementara itu) dibawakan kepadanya (kepada Rasulullah) dua keranjang yang berisi makanan, lalu Rasulullah ﷺ memerintahkannya untuk memberikannya sebagai sedekah.