Bab Menjelaskan Bahwa Memulai Puasa Terjadi Saat Fajar Terbit
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَوَادَةَ الْقُشَيْرِيِّ، حَدَّثَنِي وَالِدِي، أَنَّهُ سَمِعَ سَمُرَةَ بْنَ جُنْدُبٍ، يَقُولُ سَمِعْتُ مُحَمَّدًا، صلى الله عليه وسلم يَقُولُ
Samura bin Jundub melaporkan bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Seruan Bilal tidak boleh menyesatkan salah satu dari kalian (dan dia mungkin, di bawah kesan yang salah yang didapat dari itu, menahan diri) dari mengambil makanan sebelum dimulainya puasa (karena garis-garis) dari cahaya ini (yang vertikal menunjukkan fajar palsu dan fajar yang sebenarnya dengan mana puasa dimulai adalah ketika garis-garis cahaya itu) tersebar.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
